ARTIKEL SEKOLAH ISLAM & GENDER
Tema : “Kesetaraan Gender dalam Hiruk Pikuk Zaman Milenial”
Pengertian kesetaraan gender, gender dan zaman millenialK esetaraan Gender suatu kondisi dan situasi yang menggambarkan keseimbangan, peran, tugas, dan tanggung jawab serta kesempatan antara laki-laki dan perempuan dalam menjalankan dan menikmati berbagai hasil pembangunan sebagai warga negara dan warga masyarakat. Karena kesetaraan gender tidak sama dengan kesamaan gender yang memperlakukan sama secara fisik antara laki-laki dan perempuan.
Contoh kesetaraan gender, membuat WC laki-laki bisa bisa jongkok tau duduk, sedangkan WC perempuan duduk demi melindungi kesehatan reproduksi dan sama juga dengan pembuatan lift pada gedung tingkat 10, itupun untuk melindungi ibu-ibu hamil agar tidak keguguran.
Hari ini, masalah kesetaraan gender (kultur dan kesepaktan sosial) yang dulu perempuan dikenal beban kerjanya itu luar biasa banyak dan sektornya tidak penting seolah-olah tidak menghasilkan apapun dan minimnya perempuan menjadi pimpinan kepala negara atau kabinet negara sekarang perempuan berlomba lomba dan bersaing menjadi yang terdepan dalam melakukan pembangunan dan perubahan tanpa ada nya intimidasi dalam berkarir.
Perempuan sering minder dengan propesi apapun sering menguntungkan kaum laki-laki dan kebijakan yang dibuat sangat laki-laki jarang mempertimbangkan kepentingan perempuan dengan segala karakternya, yang kali ini kebijakan seperti itu dengan perkembangan zaman mulai ada keberpihakan kepada kaum perempuan yang selama ini diperjuangkan.
Gender
Pembedaan antara perempuan dan laki-laki dalam peran, fungsi, hak, perilaku yang dibentuk oleh ketentuan atau keseapakatan sosial dan budaya setempat. Gender asal kata Gen, yaitu perbedaan peran, tugas , fungsi dan tanggung jawab serta kesempatan antara laki-laki dan perempuan karena dibentuk oleh tata nilai sosial budaya (kontruksi sosial) yang dapat diubah dan berubah sesuai dengan kebutuhan dan perubahan zaman menurut ruang dan waktu.
Gender dimensinya sex, bukan kodrat akan tetapi bentukan, kesepakatan dan disepakati sesuai adat dan kultur masing-masing. Semisalnya kalau perempuan mogok masak itu tidak apa-apa karna itu kesepakatan sosial, maka dari itu tidak harus minder kalau tidak masak dan semisalnya lagi kalau mau dilamar bisa menawarkan persyaratan mau menikah tapi jangan paksa memasak. Gender itu seperti masak, momong, menyapu dan menyuci pakaian.
Zaman Millenial
Setiap generasi tumbuh dengan caranya masing-masing, kehidupan yang serba misterius dan semakin sulit ditebak arahnya., perubahan yang terjadi dalam skala luas semakin ditentukan kebijakan individu bukan hanya ditentukan Negara atau Organisasi-organisasi. Dalam artian kita bisa menciptakan popularitas individu melalui instragram, facebook atau situs melalui media sosial lainnya dengan cepat traktis.
Generasi millenial, generasi teknologi dengan sekali klik bisa berinteraksi dengan milyaran orang diseluruh dunia. Setaiap orang bisa belajar berbagai ilmu, mengerti semua informasi interaksi jul beli, melakukan kekerasn, pelecehan dan intimidasi bahkan cek tekanan darah hanya menggunakan ponsel.
Uforia demokrasi era digital perkembangannya pesat diranah politik praktis, khususnya penyelenggaraan pemilihan umum atau pemilihan kepala daerah di indonesia. Kompetisi para kadidat dan aktor politik praktis menggunakan teknologi sebagai alat dan strategi maupun taktik dalam membangun kepercayaan publik, mengemas merk politik dan memasarkan sebagai ide dan program kampanye.
Menurut hemat saya, dalam rentang lini masa kurang lebih 5 tahun terakhir, dunia ini telah menciptakan perubahan besar dan teknologi informasi hampir menjadi penentu eksistensi individu pada masa pada masa kini. Dengan melihat sekilas fakta tersebut, lalu bagaimana posisi gender untuk terus bertahan menghadapi situasi terkini dan masa depan? Dan ingat kita sebagai warga pergerakan penuh dengan tanggung jawab individu untuk mengenali potensi apa yang menonjol dari diri kita dan kemudian menekuninya.
Sudah seharusnya kita sebagai warga pergerakan identik dengan generasi millenial menunjukkan individu yang terdidik dan semakin kritis terhadap ketidakadilan gender, semisal dilingkungan perkuliahan ataupun dilingkungan kerja. Bermodal pengalaman dan pendidikan khususnya perempuan tentu punya sikap dan jadi pemberi perubahan sosial dan memberi perubahan soal ketimpangan gender. Dan jangan sampai kita larut dan dibunuh oleh hiruk pikuk di era millenial, akan tetapi kita harus mampu menjadikan semua ini batu loncatan untuk berkarya dan perjuang.

0 Komentar